![]() |
| Kegiatan |
KOTABARU- Upaya menanamkan kesadaran kesehatan sejak dini terus digencarkan UPTD Puskesmas Banian. Sebanyak 55 siswa sekolah dasar (SD) digembleng dalam Pelatihan Dokter Kecil yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, di Gedung Serba Guna Desa Buluh Kuning.
Kegiatan yang bertujuan mencetak kader kesehatan di lingkungan sekolah ini turut mendapat sokongan penuh dari PT Pelsart Tambang Kencana (PT PTK).
Para peserta merupakan perwakilan dari tiga sekolah di wilayah kerja Puskesmas Banian. Rinciannya, SDN Buluh Kuning mengirimkan 30 siswa, SDN Gendang Timburu 19 siswa, dan SDN Rantau Buda sebanyak 6 siswa.
Sekcam Sungai Durian, Debby Wahyudi, menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan sektor swasta dalam membangun fondasi kesehatan masyarakat.
“Anak-anak ini dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan. Mereka harus bisa mendorong teman sebaya dan lingkungan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap kesehatan,” tegas Debby saat membuka acara.
Senada, Kepala UPTD Puskesmas Banian, Akbar, menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus pada aspek promotif dan preventif. Siswa tidak hanya diberi teori, tapi juga praktik lapangan.
“Harapannya, mereka mampu menjadi role model dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing,” jelasnya.
Selama pelatihan, suasana tampak hidup. Para tenaga kesehatan memberikan materi secara interaktif, mulai dari teknik mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan, pengenalan gizi seimbang, hingga simulasi penanganan luka ringan atau P3K sederhana.
Keseruan itu dirasakan Ashila, siswi kelas IV SDN Buluh Kuning. Ia mengaku antusias mengikuti setiap sesi.
“Kegiatannya seru dan mudah dipahami. Sekarang saya lebih percaya diri kalau harus membantu teman yang terluka ringan,” akunya polos.
Sementara itu, Manager CSR PT PTK, Septamto L Inkiriwang, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program kesehatan anak di wilayah operasional.
“Pembinaan sejak usia sekolah adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini,” pungkasnya.
Repoter: Jumadil.
