![]() |
| Anggota melakukan pengukuran tinggi air di pintu air. |
Amuntai – Polsek Amuntai Utara melaksanakan monitoring debit air di wilayah hukumnya, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 09.30 Wita. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau dampak genangan air terhadap fasilitas umum dan permukiman warga.
Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) AKBP Agus Nuryanto melalui Ps Kasi Humas Iptu Asep menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan genangan air masih terjadi di sejumlah ruas jalan, namun secara umum kondisi debit air mulai mengalami penurunan.
Beberapa jalan yang terdampak genangan antara lain Jalan Rakha Desa Pamintangan sepanjang 100 meter dengan kedalaman 0–15 sentimeter, Jalan Rakha Desa Pakapuran sepanjang 300 meter dengan kedalaman 0–25 sentimeter, serta Jalan Amuntai–Tanjung di Desa Panangkalaan dan Panangkalaan Hulu dengan kedalaman 0–10 sentimeter.
Sementara itu, fasilitas sosial seperti sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan, serta fasilitas pemerintah dilaporkan tidak terdampak genangan air.
Genangan air juga merendam sejumlah rumah warga di wilayah Kecamatan Amuntai Utara dan Kecamatan Haur Gading. Di Amuntai Utara, rumah warga yang terdampak tersebar di Desa Pamintangan, Pakapuran, Panangkalaan, Panangkalaan Hulu, Sungai Turak, Sungai Turak Dalam, Kuangan, Teluk Daun, Air Tawar, Muara Baruh, serta Padang Basar Hilir. Sedangkan di wilayah Haur Gading, genangan air merendam rumah warga di Desa Waringin, Keramat, Pulantani, dan Jingan Bujur.
Iptu Asep menambahkan, hasil pemantauan di pintu air Desa Muara Baruh menunjukkan debit air mengalami penurunan sekitar 35 sentimeter, dari sebelumnya 210 sentimeter menjadi sekitar 175 sentimeter.
Monitoring debit air dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Khairil, Aipda Hendra, dan Bripka Eko. Pihak kepolisian memastikan pemantauan akan terus dilakukan setiap hari dan perkembangan situasi akan dilaporkan secara berkala. (**)
Sumber: IPN/Polres HSU
Penulis: Lis
Uploder: Tim
