![]() |
| Parade Paralympic HSU |
TANAH LAUT- Dentuman musik dan sorak sorai riuh rendah memenuhi Lapangan Tenis Indoor Matah Pelaihari, Kamis (20/11). Namun, di tengah hingar bingar Pembukaan Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Kalsel V, ada satu kontingen yang melangkah dengan aura yang berbeda: Kontingen Kotabaru.
Mereka bukan hanya berjalan, mereka sedang memimpin parade hati, menyajikan kisah-kisah juang yang tak tertulis.
Sebanyak 70 atlet Paralympic terbaik dari Bumi Saijaan (Kotabaru) dikerahkan. Mereka adalah para gladiator sejati, insan-insan terpilih yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik hanyalah jeda, bukan akhir dari ambisi
Sesaat setelah langkah gagah mereka dalam parade bersama 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel, semangat mereka langsung mendapatkan pupuk moral. Para pelatih, ofisial, dan tim kesehatan Kotabaru hadir sebagai dinding penyemangat yang kokoh, memeluk mental para pejuang ini dengan energi positif.
Di antara barisan yang bersemangat, ada Sitti Maifa, atlet Angkat Berat yang sorot matanya tajam memancarkan tekad.
Ia berbagi kisahnya dengan penuh ketulusan, sebuah pengakuan yang menggugah.
“Saya merasa sangat bangga. Walaupun dalam keadaan seperti ini, kami tetap bisa berkontribusi untuk Kotabaru,” ucap Maifa, suaranya tenang namun penuh getaran.
Bagi Maifa, arena Peparprov ini bukan sekadar kompetisi mengangkat beban, tapi arena mengangkat martabat.
“Saya akan melakukan yang terbaik, sekuat dan semampu saya, untuk Kotabaru. Mohon doanya, Mudahan diberikan jalan kemenangan,” tekadnya.
Maifa tak lupa memeluk rekan-rekan seperjuangannya dengan pesan penyemangat. Ia berpesan agar seluruh atlet Kotabaru memiliki satu tekad. Semangat membara untuk mengharumkan nama Bumi Saijaan di kancah Paralympic.
Di bangku kehormatan, Johansyah, Staf Ahli Bidang, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ia menyaksikan langsung betapa luar biasanya mental para atletnya.
“Mereka sungguh keren Semangatnya luar biasa,” puji Johansyah.
“Melihat tekad tulus mereka, kami sebagai pemerintah daerah merasa sangat bangga. Para atlet ini adalah cermin sejati dari kekuatan jiwa warga Kotabaru. Mereka sudah menang sebelum bertanding, karena mereka telah berhasil melampaui batas diri mereka sendiri,” terharunya.
Dengan 70 hati yang menyala, Kontingen Kotabaru kini resmi berlaga. Mereka datang ke Tanah Laut bukan untuk meminta belas kasihan, melainkan untuk menuntut pengakuan, bahwa semangat juang adalah emas yang tak ternilai harganya, dan para pejuang dari Bumi Saijaan siap membawanya pulang.
Reporter: Jumadil.

