Notification

×

Iklan

Iklan

Moral Pemimpin: Fondasi Membangun Bangsa

Monday, September 8, 2025 | 08 September WIB Last Updated 2025-09-08T01:36:56Z



Penulis: drg H Isnur Hatta (Dosen FKG ULM) 


Pada acara pembukaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMMTD) FKG ULM, saya berkesempatan menyampaikan materi mengenai moralitas.

 Moralitas adalah hal mendasar yang perlu ditumbuhkan dan dibiasakan sejak mahasiswa, sebagai nilai pribadi untuk mengenali mana yang baik dan buruk, benar dan salah. Nilai ini dapat bersumber dari agama, adat, ideologi, kebiasaan, maupun hukum, yang kelak menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.


Membekali mahasiswa dengan pembelajaran moral sangatlah penting. Moral bukan hanya bekal akademik, melainkan juga bekal kehidupan yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.


Kondisi bangsa saat ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya moral bagi setiap pribadi, terutama seorang pemimpin. Pemimpin harus memiliki standar moral yang lebih tinggi karena ia menjadi teladan bagi pengikutnya.


Seorang pemimpin sejati dituntut memiliki integritas, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, kebijaksanaan dalam menggunakan kekuasaan, serta kemampuan menghargai pendapat orang lain. Di pundaknya terletak cita dan harapan bersama.


Pemimpin yang bermoral mampu:

Membangun kepercayaan dan otoritas moral,Memotivasi dan menginspirasi,

Memperkuat sistem yang dipimpinnya,

Menumbuhkan lingkungan positif untuk mencapai tujuan bersama.


Kepercayaan yang diberikan kepada seorang pemimpin harus dijalankan dengan tulus dan lurus, digunakan sepenuhnya untuk kepentingan bersama. Karena itu, dalam setiap keputusan, seorang pemimpin harus memilih dan menempatkan orang yang tepat, bukan karena alasan lain.


Sebaliknya, ketidaktepatan dalam mengambil keputusan atau kebijakan yang dilakukan secara berulang akan menimbulkan akumulasi ketidakpuasan. Dari rasa jengkel, muak, hingga keputusasaan masyarakat, yang akhirnya bisa berujung pada kegaduhan besar. Jika hal ini dibiarkan, bangsa akan mengalami kemunduran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Oleh karena itu, merajut kembali asa bangsa yang sempat terhempas, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, serta membangun dan merekatkan kembali tatanan sosial yang terkoyak adalah tugas penting bagi para pemimpin.


Saatnya para pemimpin berbenah, membersihkan diri dari praktik yang merugikan rakyat, dan fokus untuk mewujudkan cita-cita bersama. Rakyat menanti upaya nyata, bukan sekadar janji.

×
Berita Terbaru Update