![]() |
| Bupati dan Wabup dilokasi salurkan bantuan didampingi pejabat terkait |
AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Sahrujani, didampingi Wakil Bupati Hero Setiawan, mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban musibah kebakaran di Desa Sungai Durait Tengah RT 2, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (14/10/2026).
Musibah kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.10 WITA tersebut menghanguskan satu buah rumah milik Arianto. Akibat kejadian itu, 1 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 3 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sahrujani dan Wakil Bupati Hero Setiawan menyerahkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok untuk membantu meringankan beban korban yang terdampak musibah.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial HSU Surya Supi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan HSU Siti Fikriyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) HSU Yandi Friyadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BNPB HSU Sugianor Serta Camat Babirik Munjirurahman.
Bupati Sahrujani menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami keluarga Arianto. Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya untuk hadir secepat mungkin di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami bersama Wakil Bupati Hero Setiawan turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami keluarga Bapak Arianto. Tidak ada yang menginginkan musibah ini terjadi. Karena itu, kami berupaya agar pemerintah daerah bisa secepat mungkin hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Sahrujani.
Selain menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok, Sahrujani juga menyampaikan bahwa korban akan mendapatkan bantuan tali asih sebesar Rp16 juta sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah.
Pada kesempatan itu, Sahrujani turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah musim kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama pada musim kemarau seperti sekarang. Pastikan instalasi listrik dan peralatan yang berpotensi menimbulkan api dalam kondisi aman. Kita semua tentu berharap musibah seperti ini tidak terjadi lagi di tengah masyarakat Hulu Sungai Utara,” pesannya.
Sahrujani juga memohon do'a dan dukungan masyarakat agar rencana pembangunan 55 sumur bor di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat segera terealisasi.
Menurutnya, keberadaan sumur bor sangat penting untuk mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian, terutama saat menghadapi musim kemarau. Selain itu, sumber air tersebut diharapkan dapat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mendukung upaya penanganan kebakaran di lingkungan permukiman apabila dibutuhkan.
“Kami mohon doa masyarakat agar perencanaan pembangunan 55 sumur bor di HSU bisa terealisasi. Ini sangat penting untuk membantu sektor pertanian saat kemarau, sekaligus menjadi salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam penanganan karhutla maupun musibah kebakaran,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara berharap bantuan yang diserahkan dapat meringankan beban keluarga korban dan menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
PROKOPIM HSU/IPN





