Mengenal Gekrafs, Gerakan yang Ingin Membawa Kreativitas Lokal Kotabaru Menjadi Kekuatan Ekonomi

 


Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional


KOTABARU – Sebuah desain kain, produk kerajinan, sajian kuliner, atau pertunjukan seni bisa berawal dari ide sederhana. 


Namun, agar karya itu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan, kreativitas membutuhkan lebih dari sekadar bakat.


Pelaku kreatif memerlukan ruang untuk bertemu, kesempatan memperkenalkan karya, jaringan usaha, dan dukungan untuk menjangkau pasar.


Di tengah kebutuhan itulah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) hadir sebagai wadah bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif untuk bersinergi mengembangkan potensi yang dimiliki.


Gekrafs merupakan gerakan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif yang mendorong kolaborasi, penguatan kapasitas, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan masa depan Indonesia. 


Organisasi ini juga mendorong perlindungan bagi pelaku kreatif dan pengenalan kekayaan seni serta budaya Indonesia.


Dalam konteks daerah, peran tersebut menjadi relevan bagi Kotabaru yang memiliki kekayaan budaya, potensi pesisir, dan beragam kreativitas masyarakat.


Salah satu ruang yang mempertemukan potensi itu adalah Festival Akrab Kotabaru 2026, yang dibuka Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos., di Panggung Akrab Siring Laut, Jumat (23/10) malam.


Festival tahun ketiga tersebut mengangkat tema “Ajang Kreativitas Bangsa, Menyisir Ekraf Pesisir Kalimantan Selatan”. 


Kegiatannya menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan UMKM untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan potensi daerah.


Ketua DPW Gekrafs Provinsi Kalimantan Selatan H. Andi Fitri, S.E., M.M., turut hadir dalam pembukaan festival tersebut.


Kehadiran Gekrafs di tengah ekosistem ekonomi kreatif mengingatkan bahwa pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu. 


Pelaku kreatif juga membutuhkan hubungan dengan berbagai pihak agar produk dan karyanya memiliki kesempatan untuk berkembang.


Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis juga menekankan pentingnya dukungan nyata bagi masyarakat yang telah mengikuti pelatihan ekonomi kreatif. 


Menurutnya, keterampilan yang diperoleh perlu ditunjang peralatan agar peserta bisa langsung memulai kegiatan sesuai bidang yang ditekuni.


Pesan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan banyak pihak. 


Pemerintah memiliki peran dalam pembinaan dan dukungan program, sedangkan komunitas dan organisasi seperti Gekrafs dapat menjadi bagian dari jejaring kolaborasi pelaku kreatif.


Meski demikian, keberadaan organisasi tidak serta-merta menjamin usaha akan berhasil. Pelaku kreatif tetap membutuhkan konsistensi, kualitas produk, kemampuan mengelola usaha, serta akses pasar yang sesuai.


Karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan ruang pertemuan seperti Festival Akrab tidak berhenti ketika acara berakhir. Hubungan antarpelaku usaha perlu berlanjut, peluang kerja sama harus ditindaklanjuti, dan karya lokal perlu mendapatkan kesempatan untuk tumbuh.


Repoter: Jumadil.

Upload: Tim