Lewat Kemenkes Mengajar, Poltekkes Mamuju Edukasi Siswa tentang Bahaya Asap Karhutla

 

Hadir ditengah siswa


MAMUJU TENGAH – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, Poltekkes Kemenkes Mamuju turut berpartisipasi dalam program Kemenkes Mengajar yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan edukasi kesehatan ini menyasar siswa SMA Negeri 1 Pangale dan SMA Negeri 3 Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, dengan mengangkat isu aktual mengenai dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan.


Program Kemenkes Mengajar merupakan bentuk edukasi kesehatan yang dikemas secara edukatif dan menghibur (edutainment). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga kesehatan serta membangun perilaku hidup sehat sejak dini.


Kegiatan ini menghadirkan dua dosen tetap Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai tim pengabdi, yaitu Dr. Ashriady, S.KM., M.Kes. dan Dr. Edi Purnomo, S.Kep., Ners., M.Kes., M.Kep. Keduanya memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya asap karhutla, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari paparan asap. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa tingkat pertama Program Studi Keperawatan, yaitu Helki Suar dan Andi Nabila Ramadhani, sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.


Dalam sesi pengantar, Dr. Edi Purnomo mengajak para siswa untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas udara dan mencegah dampak buruk pencemaran udara di lingkungan sekitar. Menurutnya, upaya menjaga udara bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk kalangan remaja.




“Menjaga udara bersih bukan hanya tugas pemerintah atau petugas pemadam kebakaran. Remaja juga bisa menjadi penggerak perubahan melalui kebiasaan sehari-hari dan edukasi kepada orang lain,” pesannya kepada para siswa.


Sementara itu, Dr. Ashriady menekankan pentingnya memahami dua upaya utama untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla, yaitu mencegah paparan asap dan mengurangi kerentanan tubuh terhadap dampaknya.


Ia menjelaskan bahwa asap karhutla bukan sekadar menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga mengandung berbagai polutan berbahaya, termasuk partikel halus particulate matter 2.5 (PM2.5). Partikel ini berukuran sangat kecil, yakni berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berisiko mengganggu kesehatan, terutama apabila seseorang terpapar dalam konsentrasi tinggi atau dalam waktu yang lama.


“Paparan asap karhutla perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, penderita asma, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru. Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar merupakan langkah penting untuk mengurangi paparan,” jelasnya.


Selain mencegah paparan, Dr. Ashriady juga mengingatkan para siswa agar menjaga kondisi tubuh melalui pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, dan penerapan perilaku hidup sehat. Kebiasaan tersebut penting untuk menjaga fungsi tubuh dan mendukung daya tahan terhadap penyakit, meskipun tidak dapat sepenuhnya mencegah dampak paparan asap.


Melalui edukasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami bahaya asap karhutla, tetapi juga mampu menerapkan langkah perlindungan diri secara tepat dan menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar kepada keluarga, teman sebaya, serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.


Partisipasi Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam program Kemenkes Mengajar menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi kesehatan dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mengembangkan peran calon tenaga kesehatan dalam upaya promotif dan preventif.


Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Mamuju berharap generasi muda semakin sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dimulai dari diri sendiri, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kemauan untuk menjadi agen perubahan. Dengan pengetahuan yang tepat dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, para remaja dapat turut berkontribusi dalam melindungi kesehatan masyarakat dari dampak pencemaran udara, termasuk asap karhutla. 


Sumber: Ril/IPN

Penulis: Asri

Upload: Tim