![]() |
| Ketua MUI HSU H Sa'id Mas rawan Lc |
AMUNTAI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berkurangnya ketersediaan air bersih membutuhkan kepedulian bersama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Muhammad Said, mengajak masyarakat meningkatkan upaya pencegahan sekaligus memperkuat solidaritas terhadap warga terdampak.
Menurut Muhammad Said, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas terkait. Masyarakat juga harus terlibat aktif dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta menjaga lingkungan agar risiko karhutla dapat ditekan.
Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu disikapi melalui ikhtiar nyata yang dibarengi pendekatan spiritual. Masyarakat diajak memperbanyak istigfar dan doa serta melaksanakan salat istikharah sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar kondisi segera membaik dan masyarakat senantiasa diberi keselamatan.
Selain menjaga lingkungan, Muhammad Said mengingatkan pentingnya membantu sesama, terutama warga yang mengalami kesulitan akibat karhutla dan kekurangan air bersih.
Menurutnya, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling membantu dan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Ia juga mengingatkan pesan, “Man lam yahtamma bi amril muslimin fa laisa minhum,” yang berarti barang siapa tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka ia bukan bagian dari golongan mereka.
Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat agar masyarakat HSU tidak bersikap acuh terhadap persoalan lingkungan maupun kesulitan yang dihadapi sesama.
Melalui kepedulian bersama, upaya mencegah karhutla, menjaga ketersediaan air bersih, dan membantu warga terdampak diharapkan dapat berjalan beriringan demi keselamatan serta keharmonisan masyarakat HSU. (**)
Sumber: IPN/Rill
Upload: Tim
