Dorong Optimalisasi Irigasi Pertanian, Peneliti Jepang dan Belanda Ada di HSU


Peta luasan lahan potensi Polder Alabio


Amuntai - Rangkaian kegiatan International Conference INTAN-HANDIL 2026 yang diselenggarakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berlanjut dengan agenda kunjungan lapangan ke Polder Alabio, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (8/10/2026).


Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta konferensi untuk melihat secara langsung keberadaan dan fungsi Polder Alabio sebagai salah satu infrastruktur pengelolaan tata air yang memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten HSU.


Polder Alabio dirancang untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di Kecamatan Sungai Pandan serta tiga kecamatan lainnya, dengan kapasitas layanan yang mencapai sekitar 6.000 hektare.

Namun, pemanfaatan saat ini baru mencakup sekitar 1.200 hektare lahan pertanian. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka peluang untuk mengoptimalkan fungsi dan kapasitas Polder Alabio, sehingga manfaat infrastrukturnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya para petani.


Dalam kunjungan tersebut, ULM melalui Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik turut melibatkan tim peneliti dari Belanda dan Jepang. Kehadiran para peneliti internasional ini menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi pengelolaan tata air dan potensi pengembangan sistem irigasi di wilayah HSU.


Bupati HSU Sahrujani, didampingi Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana serta jajaran SKPD terkait, turut mendampingi rombongan dalam kunjungan tersebut. Pada kesempatan itu, pemerintah daerah menjelaskan secara langsung mekanisme kerja Polder Alabio, mulai dari pengelolaan tata air hingga proses distribusi air yang mendukung kebutuhan lahan pertanian.


Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pemerintah daerah, akademisi, serta peneliti internasional dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.


PROKOPIM/HSU