![]() |
| Foto bersama dengan warga dan anak-anak sekitar lokasi edukasi |
Mamuju - Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian kepada Masyarakat melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Edukasi Gizi pada Ibu Balita dalam Mendukung Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan.”
Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat II dan III tersebut dibimbing oleh Hasmar Fajriana, S.Gz., M.P.H. dan menyasar ibu balita serta kader Posyandu. Program dilaksanakan dalam dua sesi, yakni edukasi gizi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal.
Sesi pertama berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026. Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai masalah gizi pada balita, prinsip Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA), serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Materi diberikan untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya pemberian makanan sesuai usia, kebutuhan gizi, tekstur, frekuensi, serta keragaman pangan. Edukasi juga menekankan bahwa pelaksanaan PMT perlu disertai peningkatan pengetahuan keluarga agar manfaat program dapat berlanjut di rumah. Kader Posyandu turut dilibatkan sebagai peserta untuk mendukung keberlanjutan program. Melalui keterlibatan kader, informasi yang diperoleh diharapkan dapat disosialisasikan kembali kepada ibu balita lainnya pada kegiatan Posyandu.
![]() |
| Praktek dan edukasi dari Mahasiswi Poltekkes Mamuju |
Sesi kedua dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dengan fokus pada demonstrasi pembuatan MP-ASI. Mahasiswa memperagakan pengolahan MP-ASI sesuai kelompok umur dengan menggunakan pendekatan makanan keluarga. Selain menu utama, mahasiswa juga mendemonstrasikan pembuatan makanan selingan tinggi protein berupa sempol ikan kembung. Pemanfaatan ikan kembung dipilih sebagai contoh penggunaan pangan lokal sumber protein yang mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi makanan yang menarik bagi anak. Setelah proses demonstrasi, ibu dan balita mencicipi sempol yang telah dibuat. Respons peserta cukup positif. Ibu dan balita menyukai makanan tersebut, bahkan beberapa peserta meminta merekam proses pembuatannya dan meminta resep agar dapat mempraktikkannya kembali di rumah. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat menjadi pendekatan edukasi yang efektif karena peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga melihat langsung proses pengolahan makanan.
Pembimbing kegiatan, Hasmar Fajriana, S.Gz., M.P.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman keluarga mengenai pemberian makan balita sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal.
“Harapannya, ibu tidak hanya memahami pentingnya makanan bergizi bagi balita, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah bahan pangan yang tersedia di rumah. Kader Posyandu juga dilibatkan agar edukasi ini dapat terus diteruskan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini juga diintegrasikan dengan pendampingan Iney Poltekkes Kemenkes Mamuju. Pada tahun 2026, Puskesmas Bambu menjadi salah satu lokus pendampingan Iney, dengan salah satu ruang lingkup kegiatan berupa pendampingan pelaksanaan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi. Melalui keterlibatan mahasiswa, pelaksanaan PMT diperkuat dengan kegiatan edukasi melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi pengolahan makanan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi dan edukasi, mahasiswa juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dalam pemberian makanan pada balita.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga ikut memperkuat upaya edukasi gizi di masyarakat. Dari ikan kembung yang sederhana hingga menjadi sempol tinggi protein, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat dibuat praktis, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga.

