Bupati HSU Bahas 55 Usulan Sumur Bor JIAT, Dorong Ketahanan Petani HSU Hadapi Kekeringan


Bupati HSU pimpin Rapat


AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H. Sahrujani, didampingi Wakil Bupati Hero Setiawan, memimpin rapat bersama para camat dan kepala desa terkait hasil verifikasi lapangan terhadap usulan pembangunan 55 sumur bor melalui program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), bertempat di Mess Negara Dipa, Amuntai, Sabtu (10/10/2026) 


Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian HSU Akhmad Rijani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU Amos, serta para camat dan kepala desa yang wilayahnya menjadi bagian dari usulan program tersebut.


Dalam rapat itu, dibahas hasil verifikasi dan pengecekan lapangan yang telah dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) terhadap 55 titik usulan sumur bor. Program JIAT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR RI, sebagai bagian dari program pemerintah Presiden Republik Indonesia.


Bupati Sahrujani menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan agar usulan bantuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.


Ia meminta para camat dan kepala desa untuk aktif berkoordinasi dengan dinas terkait serta memastikan dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan dapat segera dilengkapi.


Menurut Sahrujani, program JIAT memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara, terutama dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian.


“Program ini sangat penting bagi para petani kita. Karena itu, saya minta para camat dan kepala desa agar segera melengkapi persyaratan yang diperlukan, sehingga usulan bantuan ini bisa diproses dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.


Selain mendukung ketersediaan air untuk lahan pertanian, keberadaan sumur bor juga diharapkan dapat membantu upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya ketika musim kemarau menyebabkan kondisi lahan menjadi kering.


Pemerintah Kabupaten HSU berharap melalui program JIAT, ketersediaan air untuk pertanian dapat semakin terjaga, produktivitas petani meningkat, serta risiko dampak kekeringan dapat diminimalkan.


PROKOPIM/IPN

Upload: Tim