![]() |
| Foto bersama |
KOTABARU – Ada yang menarik dalam pelaksanaan Festival Adat Katir Race & Mappauli Kappung 2026 di Pulau Kerayaan, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Minggu (27/9).
Selain menyaksikan keseruan perahu katir berlomba di perairan Kerayaan, masyarakat dan pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai makanan khas Mandar.
Sejumlah stand kuliner disiapkan dalam kegiatan tersebut. Beragam makanan, mulai makanan berat hingga makanan ringan khas masyarakat Mandar, tersedia untuk masyarakat yang hadir.
Menariknya, seluruh makanan yang disediakan dapat dinikmati secara gratis. Pengunjung tidak perlu merogoh kocek untuk mencicipi hidangan yang tersedia.
Masyarakat yang datang bebas menikmati makanan yang telah disiapkan di stand-stand tersebut tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Suasana itu pun menambah semarak pelaksanaan Festival Katir Race dan Mappauli Kappung. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan katir, tetapi juga dapat menikmati sajian kuliner khas masyarakat setempat.
Bagi masyarakat Kerayaan, sajian makanan gratis tersebut juga menjadi bagian dari cara menyambut para tamu yang datang.
Salah seorang masyarakat Kotabaru, Fauzi Rahmad, mengaku senang bisa menghadiri kegiatan di Pulau Kerayaan.
Menurutnya, selain dapat menikmati keindahan alam dan menyaksikan Katir Race, dirinya juga bisa mencicipi beragam makanan khas yang disediakan masyarakat.
“Senang sekali kalau menghadiri acara di Pulau Kerayaan. Makanannya enak-enak. Apalagi biasanya setiap acara di sini mereka menyuguhkan makanan secara gratis,” ujarnya.
Menurut Fauzi, tradisi menyediakan makanan gratis bagi masyarakat dan tamu menjadi salah satu hal yang membuat suasana kegiatan terasa lebih akrab.
“Jadi masyarakat yang datang bisa menikmati acara sekaligus makan bersama. Tidak perlu bayar,” katanya.
Festival Adat Katir Race & Mappauli Kappung 2026 sendiri digelar Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).
Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan perlombaan perahu katir. Tradisi Mappauli Kappung, kehidupan masyarakat pesisir hingga kuliner khas masyarakat turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Sekretaris Disparpora Kotabaru, Hj Evi Yusnita, sebelumnya mengatakan kekuatan pariwisata Kotabaru berada pada kekayaan alam dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Karena itu, tradisi lokal perlu terus dijaga sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Ini menjadi momentum yang sangat baik karena kegiatan Katir Race dan Mappauli Kappung dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia. Kita ingin pariwisata tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkenalkan budaya dan potensi daerah,” ujarnya.
Reporter: Jumain
