Katir Race dan Mappauli Kappung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Bahari


Katir Race di Kotabaru


KOTABARU – Layar perahu tradisional mengembang di atas perairan Desa Pulau Kerayaan, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru.


Perahu-perahu tersebut berlomba menjadi yang tercepat dalam Festival Adat Katir Race & Mappauli Kappung 2026, Minggu (27/9).


Mengusung tema “Laut dan Budaya Kita Bersama”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perlombaan. Katir Race menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir yang terus dipertahankan hingga saat ini.


Di tengah derasnya perkembangan zaman, keberadaan tradisi tersebut menjadi gambaran hubungan masyarakat Kerayaan dengan laut.


Asisten II Pemkab Kotabaru, H Murdianto, mengatakan laut memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Kotabaru.


Menurutnya, laut bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat.


“Laut bukan sekadar wilayah perairan, tetapi merupakan sumber kehidupan, identitas, dan warisan luhur leluhur yang wajib kita jaga kelangsungan keberadaannya,” tegas Murdianto.


Menurutnya, perpaduan Katir Race dengan tradisi Mappauli Kappung menjadi bentuk nyata pelestarian budaya bahari yang masih hidup di tengah masyarakat.


Mappauli Kappung sendiri menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adat masyarakat Mandar. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa dan harapan bagi keselamatan serta kehidupan masyarakat.


Festival juga melibatkan generasi muda. Anak-anak sekolah di Desa Kerayaan tampil membawakan tarian untuk menyambut para tamu undangan.


Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan oleh generasi tua. Generasi muda juga memiliki peran dalam mengenal dan memperkenalkan tradisi daerah.


Sekretaris Disparpora Kotabaru, Hj Evi Yusnita, mengatakan budaya lokal perlu terus dirawat agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan.


“Yang paling penting adalah bagaimana budaya dan potensi wisata ini terus dirawat bersama. Masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi sekaligus menyambut wisatawan yang datang ke Kerayaan,” katanya.


Ia berharap Katir Race dan Mappauli Kappung dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat di dalamnya.


Dengan begitu, tradisi bahari Kerayaan tidak hanya bertahan sebagai warisan masyarakat setempat, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada wisatawan yang datang ke Kotabaru.


Reporter: Jumadil.