Wooow ! Mahasiswa FKG Unlam Ciptakan Obat Kumur Alami 'Manggali' Namanya.




Dosen FKG drg H Isnur Hatta saat membimbing keempat mahasiswa terkait riset obat kumur Manggali



- Jempol, Selain Obat Kumur Empat Mahasiswi Unlam Ini juga Ciptakan Pembersih Gigi Tiruan (Denture Cleanser).

Banjarmasin (Infopubliknews) - Sebuah hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 lalu, ditemukan fakta proporsi penduduk untuk semua tingkatan umur (anak-anak sampai dewasa dan lansia), bermasalah pada kesehatan gigi dan mulut.

Hal itu berdasarkan perawatan, EMD (Efectiveness Medical Demand) di dapatkan dari 25,9 persen penduduk bermasalah mendapat penanganan dan pelayanan hanya sebesar 8,1 persen. Bahkan Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah dengan kecenderungan Prevalansi penduduk bersamalah kesehatan gigi dan mulut tertinggi nomor 2 di Indonesia, setelah Provinsi Sulawesi Selatan.

Serta memiliki indeks DMF-T tertinggi nomor 2 setelah Provinsi Bangka Belitung (Babel). Data diatas tersebut, terperlukan sebuah upaya kongkret yang harus dikerjakan oleh pusat, dan seluruh stakeholder (pemangku kebijakan, red) dalam melakukan pembenahan pelayanan kesehatan, dengan mengutamakan tindakan promotif dan preventif tanpa mengecualikan tindakan kuratif dan rehabilitisasi.

drg H Isnur Hatta salah satu Dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat pada Infopublik News menjelaskan, dari fakta yang diungkapkan tadi, hadir sebuah solusi dimana empat Mahasiswa FKG terdiri dari Izzati Aqmar Darayani, Rayhappyeni Ariani, Syifa Sabila dan Viralia Putri telah menunjukkan kepedulian sebagai pemberi solusi dengan membuat dan meriset obat kumur yang dinamai 'Maggali'.

Obat kumur Manggali yang merupakan hasil karya anak Banua
"Mahasiswa ini berupaya meneliti dan membuat obat kumur alami dengan bahan baku utama daun kemangi dan ektra batang pisang mauli. Bahkan bahan baku hasil produknya ini melimpah di Kalsel," kata Isnur Hatta.

Manggali Obat Kumur 
Dari hasil penelitian terdahulu ternyata daun kemangi memiliki kandungan seperti Flavonoid Polifenol seperti Orientin dan Vicenin. Selanjutnya Mintak Esensial seperti Eugenol, Sitromelol, Atral, Lineonene dan Terpineol. Dimana berfungsi anti inflamasi dan anti bakteri. Tak hanya itu, kandungan Betakaroten baik Vit A, Crysto Xantin, Zea Xantin punya fungsi melindungi tubuh dari radikal bebas
.

"Sangat-sangat bermafaat. Jika obat kumur ini dimanfaatkan warga yang punya masalah gigi dan mulut," terang mantan Kepala Dinas Kabupaten Hulu Sungai Utara ini.

Tak terhenti disitu, formula ini juga mampu melindungi tubuh dari radikal bebas, vit A sebagai anti oksidan baik untuk kesehatan mata. Mineral, Kalium, Magnesium, Cuprum penting untuk memperbaiki dan pembentukan sel dan jaringan.

Sedang batang pisang mauli sebagai bahan baku juga merupakan tanaman obat keluarga berguna mempercepat penyembuhan luka, mengandung beberapa jenis fitokinin seperti saponin, flavonoid, tanin berfungsi sebagai antibiotik, analgetik dan anti inflamasi.

"Obat kumur Manggali dengan kandungan manfaat alami yang begitu besar dan bahan melimpah di Kalimantan Selatan sangat potensial digunakan untuk tindakan preventif maupun kuratif sebagai upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat," cetusnya. Manggali produk ini juga menjadi Diversifikasi usaha dalam pengembangan bakat usaha kewirausaan yang dimulai dari jenjang bangku perkulihaan, tambahnya.

Selain Manggali sebagai produk utama obat kumur, keempat mahasiswa binaan ini juga melakukan pengembangan usaha berupa turunan hampir senis yakni, formula pembersih gigi tiruan atau masyarakat umum menyebutnya gigi palsu atau Denture Clenaser Manggali. "Jadi ada dua produk yang akhirnya diciptakan mahasiswa ini," ujarnya.

Ini produk Manggali yang dikhususkan untuk pembersih gigi tiruan. Selain obat kumur


Disunggug terkait paten produk, Hatta menjawab saat ini tengah berjalan proses pengurusan izin produksi dan izin mengedarkan ke institusi terkait. Bahkan mahasiswa binaanya telah mengemas obat kumur ini kedalam kemasan botol yang desaing sangat sederhana tapi elegan dengan ukuran kemasan 100 Ml (mililiter) perbotol.

Mengingat banyaknya manfaat dan melimpahnya bahan di Kalimantan Selatan, Izzati Aqmar Darayani, Rayhappyeni Ariani, Syifa Sabila dan Virial Putri  masih terang Hatta, masih melakukan upaya Diversifikasi Usaha dengan membuat Denture Cleanser Manggali, bahan herbal alami untuk pembersih gigi tiruan yang selama ini kurang terperhatikan. Denture Cleanser dibuat dalam kemasan dengan ukuran  sama 100 Ml seperti obat kumur Manggali.

"Masyarakat bisa menikmati hasil karya Izzati Cs dengan biaya yang relatif lebih murah dan terjangkau dibandingkan produk sejenis selama ini yang telah beredar massal di pasar umum," ungkapnya. Hasil produksi bisa didapatkan di Koperasi Mahasiswa FK/FKG ULM, Apotek Pendidikan atau langsung ke Izzati dkk. "Kesehatan bukanlah segalanya, namun tanpa kesehatan, semua itu tiada artinya," tandasnya.

Penulis : Abai
Editor : Abai
Sumber : drg H Isnur Hatta (Dosen FKG Universitas Lambung Mangkurat)

Subscribe to receive free email updates: